Melakukan Checkup Sejak Dini

Melakukan Checkup Sejak Dini

Sekarang ini, banyak orang berobat ke dokter bila berasa ada yang tidak kelar dengan badannya sehingga harus melakukan checkup sejak dini.

Walau sebenarnya, sebenarnya kamu perlu ke dokter walau pada kondisi sehat untuk memperoleh pengecekan protektif. Berlaku pro aktif pada kesehatan, dengan memperoleh referensi Melakukan Checkup Sejak Dini untuk keadaan dan penyakit serius, dapat benar-benar bermanfaat untuk mempertahankan kesehatan dalam periode panjang.

Pria yang Peduli dengan Masa Depan Harus Melakukan Checkup Sejak Dini

Tergantung pada umur, kisah keluarga, dan factor pola hidup, setiap orang membutuhkan test yang lain di saat yang lain dalam kehidupan mereka. Berikut gambaran singkat sekitar test kesehatan yang penting dilaksanakan semua lelaki.

Tekanan darah

Bila kamu mempunyai tekanan darah yang tinggi, kamu kemungkinan membutuhkan obat untuk mengaturnya untuk mencegah penyakit karena tekanan darah tinggi, seperti penyakit jantung, penyakit ginjal, dan stroke.

Baca Juga: Perbedaan Manfaat Saat Mandi

Bila kamu mempunyai tekanan darah dalam range normal, kamu perlu periksakan tekanan darah tiap 2 tahun. Saat itu, bila tekanan darahmu semakin tinggi, dokter kemungkinan mereferensikan kamu untuk check tekanan darah seringkali.

Menurut American Heart Association (AHA), tekanan darah normal ialah kurang dari 120/80 mmHg. Analisis tekanan darah tinggi memerlukan dua pembacaan yang dilaksanakan dalam selang waktu empat jam dengan angka semakin besar dari 120/80 mmHg. Test ini sesungguhnya dapat dilaksanakan secara berdikari di dalam rumah, karena itu akan baik bila kamu mengulang test ini tiap dua minggu sekali.

Cholesterol

Lelaki pada umumnya mempunyai resiko penyakit kardiovaskular yang semakin tinggi dibanding wanita, dan cholesterol tinggi kerap jadi salah satunya pemicu intinya.

Menurut referensi dari AHA, lelaki di atas umur 20 tahun perlu lakukan test kandungan cholesterol tiap empat sampai enam tahun. Namun, pribadi dengan factor resiko penyakit jantung seperti diabetes, pemakaian tembakau, atau tekanan darah tinggi kemungkinan perlu lakukan pengecekan lebih cepat serta lebih kerap.

Cholesterol diukur dengan test darah, dan dokter kemungkinan minta pasien tidak untuk makan sepanjang 9 sampai 12 jam awalnya. Biasanya, test cholesterol dilaksanakan dengan menghitung kandungan cholesterol keseluruhan, cholesterol HDL (cholesterol baik), cholesterol LDL (cholesterol jahat), dan trigliserida. Kemudian, dokter kemungkinan membuat referensi diet atau memberi resep obat menurunkan cholesterol, tergantung di hasil pengecekan.

Penyakit menyebar seksual

Walau kamu merajut jalinan monogami, tidak ada kelirunya untuk lakukan test penyakit menyebar seksual bila awalnya kamu tidak pernah melakukan. Karena, banyak penyakit yang terdeteksi sepanjang tahun. Misalkan seorang dapat terjangkit HIV sepanjang 10 tahun tanpa memperlihatkan tanda-tanda HIV.

Banyak pakar kesehatan mereferensikan tiap orang yang berumur 15 sampai 65 tahun lakukan skrining untuk HIV minimal sekali.

Disamping itu, Pusat Pengaturan dan Penjagaan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mereferensikan skrining hepatitis C 1x sepanjang umur untuk semuanya orang dewasa yang lahir di antara tahun 1945 dan 1965. Karena, ada beberapa kasus hepatitis C di luaran sana yang orang-orangnya belum memperlihatkan tanda-tanda atau mungkin tidak mengetahuinya.

Diabetes

Pribadi yang adopsi pola hidup sehat, menjaga berat tubuh yang sehat, dan tidak mempunyai factor resiko lain untuk diabetes kemungkinan tidak membutuhkan pengecekan diabetes.

Tetapi, untuk beberapa lelaki dengan umur di atas 45 tahun, khususnya yang mempunyai berat badan yang berlebih, perlu lakukan test glukosa plasma puasa, atau test A1C, seperti diterangkan dalam situs Health.

Disamping itu, pribadi di bawah 45 tahun dengan berat badan yang berlebih atau mempunyai kisah penyakit dalam keluarga perlu lakukan test glukosa plasma puasa dan A1C.

Test glukosa plasma puasa dan A1C ialah test darah yang perlu dilaksanakan oleh dokter. Test A1C tidak memerlukan puasa awalnya, tapi untuk test memakai glukosa plasma puasa, pasien akan disuruh tidak untuk makan atau minum apa saja terkecuali air sepanjang 8 jam awalnya.

Kanker testis

Berdasarkan penjelasan dari National Cancer Institute, kanker testis ialah kanker yang umum terjadi pada lelaki antara umur 20 sampai 35 tahun. Kanker testis adalah tipe kanker yang paling bisa sembuh dengan kesempatan kesembuhan sebesar 95 %. Makin awalnya kanker ini terdeteksi, karena itu ini akan makin baik tingkat kesembuhannya.

Berita baiknya, analisis kanker testis dapat dilaksanakan secara berdikari dan benar-benar simpel. Waktu terbaik untuk lakukan pengecekan testis ialah sesudah mandi, saat skrotum pada kondisi rileks.

Dengan memakai tangan, check adakah tonjolan atau pengubahan ukuran pada testis, dan beritahu dokter bila kamu mendapati fenomena. Kerjakan pengecekan ini tiap satu bulan sekali.

Pengecekan Index Massa Badan (IMT)

Kelebihan berat badan bisa tingkatkan resiko bermacam jenis penyakit, seperti diabetes mellitus dan penyakit jantung.

Anda bisa memakai IMT untuk menghitung kandungan lemak badan berdasar tinggi dan berat tubuh Anda. Lantas, Anda bisa tentukan apa Anda berat badan yang berlebih atau dalam resiko alami kegemukan.

Untuk menghitung IMT, bagilah berat tubuh Anda dalam kg dengan tinggi tubuh dalam mtr. yang telah dikuadratkan. Kelompok normal untuk IMT dewasa khusus Asia Pasifik ialah antara 18,5 sampai 22,9 kg/m2.

Test Thalassemia

Thalassemia dapat terdeteksi dengan lakukan panel riset hemoglobin (Hb) darah. Test ini penting untuk dilaksanakan baik pria atau wanita, untuk mencegah peluang cacat lahir di anak.

Test ini membantu untuk ketahui apa kamu menderita thalassemia minor atau mungkin tidak. Walau menderita thalassemia minor tidak jadi masalah, tetapi saat 2 orang pengidap thalassemia minor menikah. Kemungkinan anak yang lahir akan alami thalassemia mayor yang beresiko.

Test Kesuburan

Pada pria, test kesuburan mempunyai tujuan untuk memberitahukan jumlah sperma dan ketahui apa kamu cukup subur untuk bereproduksi. Karena, tanda-tanda infertilitas sering tidak begitu terang, penting untuk jalani test itu jika kamu merencanakan untuk mempunyai anak di hari esok atau bahkan juga untuk mempunyai kehidupan sex yang normal.

Lakukan test kesuburan bisa membuat kamu dapat ketahui hasilnya lebih awal dan cari penyembuhan yang pas jika dibutuhkan. Test kesuburan untuk pria, mencakup riset sperma dan air mani, pengecekan fisik, penilaian hormon, test genetik, dan pengecekan anti-bodi anti sperma.

Kolonoskopi

Diterangkan dalam situs Health, biasanya lelaki harus jalani skrining untuk kanker usus besar yang diawali pada umur 50 tahun. Tapi mereka yang mempunyai kisah penyakit dalam keluarga bisa lakukan pengetesan lebih cepat. Pada test ini, camera kecil dimasukkan pada dalam anus untuk menyelidik ada polip pada usus besar atau pertanda kanker yang lain.

Sebagai penyiapan test ini, pasien harus seutuhnya kosongkan isi perut saat sebelum jalani test. Sehingga ada kemungkinan mengikutsertakan tidak konsumsi makanan padat sepanjang satu sampai 3 hari. Minum banyak cairan bening, atau minum obat pencahar.

Selanjutnya, sepanjang jalani kolonoskopi, pasien pada kondisi dibius, hingga tidak berasa tidak nyaman saat test. Lantas, bila dokter tidak mendapati suatu hal yang meresahkan, kamu dapat jalani kolonoskopi 10 tahun setelah itu.

Itu test kesehatan yang harus dilaksanakan pria untuk mempertahankan kesehatan di hari esok. Lewat semua pengecekan itu, ada masalah kesehatan dapat terdeteksi dan diobati sedini kemungkinan.

Walau pengecekan tahunan kemungkinan tidak dibutuhkan, pria perlu tetap waspada keadaan tertentu bersamaan pertambahan umur. Daftar “kewajiban” dan yang “bisa” di bawah ini membandingkan test klinis yang perlu dilaksanakan oleh semua pria. Dari test yang lebih tergantung pada kisah individu dan keluarga.

Test yang harus dilaksanakan salah satunya seperti, test darah, test cholesterol, kanker kolorektal, dan imunisasi. Tetapi, itu semua bergantung pada keadaan kesehatan Anda. Ringkasannya test kesehatan pria masih penting dan perlu dilaksanakan untuk ketahui kekuatan penyakit yang dialami supaya lebih gampang dalam pengecekan dan penyembuhannya.